Tampilkan postingan dengan label modus batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modus batu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Februari 2015

Modus : Batu opal afrika dijual sebagai kalimaya banten

Modus : batu opal afrika dijual sebagai kalimaya banten.

Batu kalimaya adalah termasuk dalam salah satu jenis batu opal, cirinya adalah bilamana terkena cahaya maka dia akan mengeluarkan pendaran cahaya yang berbentuk seperti pelangi.

Selain di Indonesia, batu kalimaya atau opal juga banyak dihasilkan di luar negeri, seperti di daerah-daerah afrika, australia dan meksiko. Kalau di Indonesia, batu kalimaya banyak terdapat di wilayah banten (khususnya di rangkasbitung dan lebak).

Karena kelangkaannya, batu kalimaya banten memiliki harga yang sangat tinggi. Sehingga banyak pedagang yang memanfaatkan peluang ini dengan cara menjual kalimaya (opal) dari negara lain (contohnya kalimaya afrika,yang lebih murah tentunya) kemudian dijual sebagai kalimaya banten demi keuntungan yang sebesar-besarnya.

Lalu bagaimana cara membedakan kalimaya non banten atau sintetis dengan kalimaya banten yang sebenarnya ?

Pertama kali yang harus kita lakukan adalah melihat warna batu kalimaya yang ditawarkan kepada kita. Kalimaya yang asli cenderung berwarna putih dan bersinar. Batu kalimaya memang memancarkan berbagai macam warna dari dalam batu, tetapi warna tersebut TIDAKlah MENCOLOK. Berbeda dengan batu Kalimaya tiruan, warnanya memang putih, tetapi dalam batu cenderung GELAP dan WARNA yang dipancarkan dari dalam juga lebih MENCOLOK.

Cara yang kedua adalah dengan mengecek SERAT pada batu kalimaya. Bila Anda memiliki senter di rumah, akan lebih mudah mengecek adanya serat pada batu kalimaya. Batu kalimaya asli umumnya memiliki serat yang terbentuk secara alami. Berbeda dengan batu kalimaya SINTETIS yang dibuat oleh mesin, memang ia tampak begitu BENING, HALUS, dan TANPA SERAT. Namun itu justru perlu Anda waspadai keaslian batu kalimaya yang tanpa serat di dalamnya.

Kemudian bagaimanakah cara membedakan kalimaya banten dan kalimaya afrika?

Kalimaya banten apabila diberi sinar, maka akan memendarkan warna yang khas yakni warna pelangi. Hal ini tidak terjadi pada opal/kalimaya afrika.

Kemudian, Kalimaya banten warna putihnya terlihat mantap, sedangkan kalimaya afrika cenderung putih seperti susu. Disamping itu, untuk jenis kalimaya afrika ini juga ada yang berwarna merah maroon. (Lihat contoh pada gambar dibawah ini)

Sehingga pastikan bahwa batu yang anda pilih memang benar-benar batu kalimaya banten, bukan kalimaya dari luar, apalagi kalimaya sintetis atau imitasi.

Demikianlah blog kita kali ini yang membahas tentang kalimaya dan upaya pemalsuan dan pengelabuannya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Hindari kemusyrikan, Nikmati keindahannya, Ingatlah PenciptaNya. Salam batu
Wallahualam bis showab.

Jumat, 20 Februari 2015

Penipuan modus batu chrysopras dijual sebagai bacan, hijau garut dan sungai dareh.

Penipuan modus batu chrysopras dijual sebagai bacan, hijau garut dan sungai dareh.

Assalamualaikum wr wb
Selamat datang di blog ilmubatu.wordpress.comBaik jumpa kembali dengan blog saya, kali ini saya akan mengetengahkan tentang banyaknya jenis penipuan di dunia batu. Dengan maksud agar kita tidak mudah tertipu oleh oknum penjual yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini di pasaran batu banyak beredar batu chrysopras, dimana batu chrysopras ini adalah batu akik, hanya saja bukan lokal indonesia tetapi impor, batu chrysoprass ini banyak digunakan oleh pedagang penipu yang kemudian menjualnya sebagai batu berkualitas, seperti dijual sebagai batu bacan atau batu hijau garut.

Karena penampakan dari batu ini memang mirip bacan dan garut hijau. Padahal kalo batu bacan atau hijau garut ini tentunya berbeda, karena harganya yang pasti akan lebih mahal.

Anda harus waspada, karena batu chrysopras ini banyak sekali dijual dipasaran dan anda bisa tertipu menyangka kalau batu chrysopras ini adalah batu hijau garut, sungai dareh atau batu bacan.

Persamaan dari Green chalcedony (hijau garut)  dan chrysoprase, keduanya memiliki warna hijau yang berasal dari nickel oxide. Untuk kedua batu ini membedakannya cukup mudah, green chalcedony memiliki warna hijau yang cukup murni dan intense, sedangkan chrysoprase lebih mengacu kepada warna yellowish green atau biasa disebut applegreen. Lalu bagaimana membedakannya dengan dyed chalcedony? Cara paling mudah adalah dengan menggunakan Chelsea filter, green chalcedony dan chrsyoprase chalcedony tidak akan bereaksi menggunakan Chelsea filter, sedangkan dyed chalcedony akan bereaksi dengan berubah menjadi grayish atau pinkish yg mana green dan chrsyoprase akan tetap hijau.

Padahal kalau chrysopras ini dibawa ke laboratorium memang hasilnya labpun tetap sama yaitu green calcedony (dimana bacan, hijau garut dan sungai dareh juga calcedony). Hanya chrysopras sebenarnya adalah batu akik impor murah, namun karena kemiripan warnanya maka sering dijual sebagai batu bacan, hijau garut dan sungai dareh padahal jelas bukan dan berbeda sama sekali.

Demikianlah pemaparan kami, semoga ilmubatu.wordpress.com ada manfaatnya. Dan semoga kita bisa dihindarkan dari penipuan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta dijauhkan dari sifat dan perilaku tidak jujur, syirik serta mempercayai kekuatan lain yang terkandung di dalam batu mulia. Karena segala kekuatan datangnya hanya dari Allah SWT. Wassalamualaikum wr wb