Tampilkan postingan dengan label bacan cina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bacan cina. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

Tips Hati-hati belanja bahan batu jika belum berpengalaman

Tips Hati-hati belanja bahan batu jika belum pengalaman.

"Experience is important before you decide to choose raw material of a gemstone"

Assalamualaikum wr wb
Selamat datang di blog ilmubatu.wordpress.com.

Selamat berjumpa kembali, kali ini saya akan membahas mengenai tips seputar batu cincin, terutama hal hal apa saja yang harus diwaspadai ketika membeli bahan batu cincin.

Pertama, jika anda pergi ke pasar batu, tentunya anda akan melihat akan ada orang yang menawarkan bahan batu, tentunya bahan-bahan yang ditawarkan adalah bahan batu biasa mulai dari agate (akik) sampai  bahan batu berkelas seperti bahan pancawarna garut, bahan hijau garut, atau bahan sungai dareh.

Yang perlu diwaspadai adalah, jika anda belum mempunyai pengalaman, dalam memilih bahan batu, tentunya hasil yang akan jadi itu terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Selanjutnya adalah, banyak beredarnya bahan batu sintetik (dari cina).Jadi lebih baik kita membeli yang sudah jadi saja, yang sudah terlihat jelas hasilnya.

Contoh, yang saya pernah ditawarkan ke saya yaitu batu sungai dareh, untuk bahannya pun mereka menamakan cukup menjanjikan murah, sekitar puluhan ribu sampai ratusan ribu, mereka biasanya mengiming imingi dengan senter dan lain sebagainya dengan mengatakan sudah tembus atau sudah kristal, namun lihat hasilnya ternyata batunya sama sekali tidak mengkristal dan tidak bagus, sama sekali kalau kita senter, kapurnya banyak sekali.

Jadi waspadalah jika anda ingin membeli batu dari mentah atau bahan.Terima kasih atas perhatiannya, semoga ilmubatu.wordpress.com bisa bermanfaat untuk anda.

Dan hoby mengagumi batu-batu mulia  bisa membawa anda lebih menyadari kebesaran Allah SWT melalui ciptaanNya yakni batu mulia.

Wassalamualaikum wr wb.

Sabtu, 31 Januari 2015

Bagaimana menentukan bacan asli atau tidak

Cara Menentukan Keaslian dari batu Bacan

Ada banyak jenis batu cincin di Indonesia. Itulah Indonesia, negara yang kaya dengan berbagai mutiara, dan miliaran jenis batu. Begitu banyak, sangat sulit untuk membedakan jenis batu satu sama lain, kecuali jenis yang telah diuji di laboratorium. Inilah yang membuat penipuan merajalela atas nama jenis Bacan.

Sebagai contoh, Balfour Bening akan terlihat sama dengan jenis batu Bacan Obi. Jenis batuan Bacan Doko akan terlihat sama dengan Badr Besi, solar Aceh dan Jade. Bacan batu tembus biasa akan mirip dengan Kalimaya Banten dan lain-lain.

Memverifikasi keaslian Bacan batu menjadi penting, sehingga Bacan batu yang diperoleh benar-benar asli. Bagaimana caranya? Memahami Bacan batu dan bagaimana menentukan keaslian dari batu Bacan berikut:

Pertama, Bacan batu memiliki viskositas 7,6 Mohs. Hanya jenis berlian dan zamrud yang sama dengan itu. Bahkan batu Bacan mengalahkan kekuatan batu giok Cina. Kemudian, tingkat keaslian Bacan terletak pada kekuatan batunya. Batu Bacan tentu kuat, dibanding dengan batu lain, mengetukkannya ke lantai, batu Bacan tidak akan pecah, apalagi hancur. Jangan ragu untuk menguji keaslian batu Bacan dengan membenturkan, melempar, karena batu Bacan hanya menjadi rapuh jika diadu oleh batu gamping.

Kedua, Bacan memiliki motif dan karakteristik sesuai dengan jenisnya (baca: jenis batuan Bacan). Olehnya, keaslian Bacan terletak di motifnya. Coba bandingkan banyak batu cincin dengan batu bacan untuk membedakan keaslian asli Bacan melalui motif batunya dng jelas.

Ketiga, Bacan juga disebut batu hidup. Itu adalah; Batu Bacan akan berubah warna dan bentuk dari waktu ke waktu. Jika Anda menemukan batu Bacan sudah selesai waktu pemrosesan, maka dari waktu ke waktu motif, warna batu Bacan itu akan berubah. Jika tidak, itu bukan batu Bacan.

Dari tiga pemahaman mendasar dari batu Bacan di atas, kemudian verifikasi keaslian batu Bacan melalui motif, dan perubahannya. Silahkan berimprovisasi cara untuk mengujinya, apakah dengan cara alami atau modern. Cara alami, misalnya dengan memukul, melempar, bersinar senter atau cara lain. Cara modern, silakan uji di laboratorium.

Catatan: menguji keaslian batu Bacan dengan scrub ke layar sentuh gadget. Jika mampu bergerak dianggap asli, jika tidak maka tidak asli. Oleh penulis, ini bukan jaminan, karena dipengaruhi oleh model, jenis gadget layar sentuh yang akan menghapus, dan viskositas serat Bacan batu diuji. Semakin kental batu Bacan. Maka kemungkinan untuk mengubah besar layar sentuh, namun, sayangnya, kadang-kadang ada Bacan Batu asli, tetapi tidak memiliki batu viskositas yang cukup.

Jumat, 30 Januari 2015

Bagaimana membedakan batu akik asli atau sintetis?

1. Kristal / kaca ataupun perhiasan plastik itu bening, sedangkan batu alami kebanyakannya mengandung serat-serat di dalamnya. Sebagian orang awam mengira batu asli itu pecah, tapi sebenarnya hanya serat-serat alami batu. Ada pula batu yang dianggap palsu dikarenakan tidak berserat dengan kasat mata. Jika demikian, gunakan saja lupe untuk memperbesar lebih dari 3x pembesaran untuk melihat seratnya, Namun jarang sekali ditemukan batu permata alam yang bersih tanpa serat. Untuk sejenis batu akik cara membedakannya adalah dengan melihat warna batunya yang tidak begitu rapi.

Lihat serat didalamnya dengan menerawang. Jika asli, serat dalam batu terlihat seperti retak-retak dan motif alami karena jarang sekali kita jumpai batu mulia akik dengan mulus tanpa serat. Anda pasti bisa membedakannya buatan alam dan manusia (serat dalam batu)

2. Coba tempelkan batu perhiasan atau permata itu ke pipi Anda. Apakah terasa dingin? Kalau terasa dingin ini bisa merupakan satu ciri bahwa permata Anda itu asli. Jika cepat menghangat bagaimana? Setiap benda yang kita pegang pasti akan berubah hangat karena hantaran suhu badan kita. Untuk batu akik, jika kita pegang akan lama hangat bahkan selalu terasa dingin dan akan cepat mendingin. Jika ditempelkan di pipi terasa dingin.

3. Berat. Coba bandingkanlah permata asli dan tiruan, pasti permata asli lebih berat dari permata palsu.

4. Untuk batu batu seperti kelulut terlihat bawahnya seperti berlubang lubang kasar tidak mengkilap hal ini dikarenakan bagian bawahnya tidak digosok sehingga tidak terlihat kilapannya dan kemulusannya. Jadi bukan berarti batu itu adalah batu palsu.

5. Cara lain cobalah diteteskan dengan air di atas batu. Jika menetap, itu merupakan ciri batu alami.

6. Untuk membedakan prosesan plastik bisa diketok-ketokan pada gigi. Jika berbunyi dipastikan bukan plastik. Atau bisa pula  dites dengan dibakar. Jika disulut dengan api putung rokok atau dibakar dengan korek api, maka tidak akan ada perubahan warna gosong atau titik meleleh pada batu.

Setelah lama dibakar atau disulut pasti akan menghasilkan cairan minyak berwarna cokelat. Jjika asli, ketika diusap maka cairan tersebut akan hilang dan tidak berbekas atau menempel kuat dibatu. Jika palsu, meski diolesi air atau minyak untuk menghikangkan, bekasnya tidak akan hilang.

Meski dibakar batu akan panas dan kembali cepat mendingin, beda dengan kimia plastik atau kaca buatan, yang akan cukup lama menyimpan hangat atau panas.

7. Batu akik jika diadukan dengan batu alam atau batu akik asli lain akan menimbulkan percikan api. Namun sangat disayangkan yang namanya batu pasti tingkat kekerasannya beragam, apalagi jika sudah dibentuk dan diadukan dengan kukuatan yang besar, pasti batu akan pecah juga. Namun, batu akik tidak akan pecah dengan mudah, hanya saja pasti saja akan tertinggal goresan.

8. Untuk mutiara, coba Anda korek dengan sesuatu yang tajam mutiara tersebut kemudian dilap dengan kain. Jika masih mengkilap, berarti mutiara asli.

Harga batu bacan terbaru 2015

Ya, batu Bacan memang menyimpan berjuta pesona. Warnanya hijau lumut dan enak dipandang. Bagai magnet, perlahan pesonanya menarik hasrat pendatang dan pelancong manca negara dari Taiwan, Korea dan negeri ‘Tirai Bambu’, Tiongkok. Mayoritas, memburu Batu Bacan asal Palamea dan Doko.

Bila menengok kembali serpihan sejarah perabadan manusia, batu mulia atau permata merupakan hiasan yang amat berharga. Selain keindahannya yang memesona, juga unik, langka, dan sebagian kalangan percaya memiliki daya magis, mendatangkan keberuntungan bagi manusia. Tapi hanya digunakan mereka yang punya kuasa dan materi.    

Kini, aksesoris yang membalut tubuh serupa itu telah dipakai semua kalangan dengan berbagai motivasi. Ada yang dipersembahkan kepada seseorang yang mengandung arti tersendiri.
Pesona batu Bacan membahana pada semua ruang dan waktu. Dari kedai kopi, jejaring sosial, perkantoran, pasar tradisional dan modern, hingga hajatan (leleyan) batu Bacan tak henti dibincangkan, dipamerkan. Hidup seakan tak lengkap, bila tak mengenakan permata mulia itu.

Lantas apa sih yang bikin istimewa? Bentuknya? Warnanya? Atau daya magisnya?

Dari paparan salah seorang pedagang batu di Rawa Bening, batu bacan bisa berubah warna dari hijau kegelapan atau biru gelap menjadi lebih terang. Perubahan ini, diyakini bisa membawa berkah atau hoki bagi pemiliknya. Yang jelas harganya jadi  lebih mahal dan kini menjadi bagian gaya hidup.

"Ada yang berwarna hijau terang. Ini disebut sudah Kristal karena memang warnanya bisa berubah. Ini batu bacan yang sedang naik daun. Ada juga yang berwarna kebiruan dan biasa disebut bacan Palamea dari wilayah Palamea," tutur salah seorang pedagang batu bacan di kawasan Rawa Bening, Jakarta Timur, Andy Arvan.

Rupanya, batu jenis ini banyak diperjualbelikan di Taiwan. Di sana, orang menyebutnya blue jade untuk batu berwarna biru. Dan jade untuk batu berwarna hijau. Untuk itu bacan Doko maupun bacan Palamea sering disebut Giok Indonesia.

Perhiasan batu bacan pun kian ramai diperbincangkan di pasar batu permata asli alam Indonesia. Berapa harganya? “Harga batu bacan ditentukan oleh kualitas dan motif serta ukuran besar kecilnya,” tambah Andy Arvan.

Menurutnya, batu bacan banyak diburu pembeli dari Tiongkok dan Taiwan. Mereka membeli dalam bentuk batu cincin, liontin dan masih berbentuk bongkahan batu untuk dibuat patung dan gelang, selanjutnya dijual di negaranya.

“Yang pasti mereka nggak akan bilang giok ini berasal dari Indonesia,” kata Andy.

Hal senada dikatakan ‘pemain’ batu permata yang sudah 30 tahun malang melintang dalam dunia permata, Widjaja. “Mereka bikin sertifikat bahwa batu bacan dari RI ini ditulis berasal dari Taiwan atau Tiongkok,” kata Widjaja.

Menurut Andy dan Widjaja, permintaan dari Tiongkok dan Taiwan sampai saat ini banyak. Tapi karena bahan baku yang berkualitas sangat baik semakin sulit didapat, menjadikan harga batu bacan melonjak.

“Sekarang susah mendapatkan batu bacan berkualitas. Lubang galiannya di sana sudah sedalam 135 meter di bawah permukaan laut,” ujarnya.

Selain itu pedagang dari Medan, Surabaya dan Makassar langsung ke sana atau menempatkan ’orangnya’ di sana.

Begitu batu bacan keluar dari lokasi pengambilannya, sudah dibeli dan mereka berani beli dengan harga tinggi. Dengan begitu Jakarta kekurangan pasokan.

“Kalau dulu saya menerima kiriman tiap minggu bisa dua kali bongkahan batu bacan, sekarang satu bulan sekali belum tentu ada. Itu pun harganya sudah tinggi, sementara itu pembeli dari China dan Taiwan tidak mau harganya dinaikkan,” ujar Andy.

Widjaja mengatakan bahwa pembeli dari Tiongkok dan Taiwan mau beli batu bacan dengan harga murah, tapi mereka menjualnya ‘selangit’.

Andy menambahkan harga batu bacan sekarang yang sudah dalam bentuk  perhiasan (cincin, liontin) per crat berkisar Rp 200.000-Rp 2,5 juta atau Rp 1juta-Rp 12,5 juta per gram, tergantung kualitasnya. Untuk bentuk bongkahan per kilogram mencapai Rp 40 juta-Rp 100 juta  dengan kualitas super. “Tapi sangat susah diperolehnya,” katanya.

Andy terakhir kali mengekspor batu bacan ke Tiongkok dan Taiwan dalam bentuk cincin. Tapi sudah tidak sebanyak seperti sebelumnya. Tahun lalu dia bisa mengekspor batu bacan  dalam bentuk bongkahan tiap bulannya sebanyak 100 kg-300 kg untuk kategori menengah dan super.

Menurutnya, diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan, sumbernya bisa habis, sementara itu pengganti batu bacan belum tentu ada.

Widjaja menyatakan bahwa dengan sulit dan mahalnya bahan baku ini, membuat para pengrajin perhiasan di Pasar Rawa Bening Jakarta semakin berkurang. “Beberapa pengrajin yang ada hanya mengerjakan punya saya,” tuturnya. (*)

Cara ampuh bedakan batu bacan asli dan palsu

Cara Membedakan Batu bacan Asli Atau Sintetic

Banyak sekali orang terkecoh antara batu bacan Palsu dan Asli, Berikut Cara Mudah Membedakan Batu bacan asli atau Palsu :

1. Plastik atau Kaca itu bening, sedangkan batu bacan alami kebanyakannya mengandung serat-serat di dalamnya. Sebagian orang awam mengira bahwa batu bacan asli itu pecah, tapi sebenarnya hanya serat-serat alami batu bacan. Jarang sekali ditemukan batu bacan alam yang bersih tanpa serat.

2. Coba tempelkan bacan itu ke pipi anda. Apakah terasa dingin? Kalau terasa dingin ini bisa merupakan satu ciri bahwa batu bacan anda itu asli.

3. Berat. Coba bandingkanlah batu bacan asli dan tiruan, pasti bacan asli lebih berat dari yg palsu. tetapi ada juga yang palsu lebih berat sekarang ini.

4. Bila bacan anda itu adalah asli maka untuk membuat anda benar-benar yakin akan keasliannya, maka anda bisa menggunakan alat testing berlian. Sebagian besar penjual menyediakan alat ini.

5. Jika Batu bacan punya anda sendiri anda bisa menyundutnya dengan Rokok (membakarnya dengan korek api sebentar saja) ada bisa lihat perubahan pada batu bacan anda jika batu tersebut palsu.

Bila anda masih ragu-ragu juga, sebaiknya bertanyalah kepada ahlinya demi keselamatan anda.