Tampilkan postingan dengan label biosolar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biosolar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

Bacan, sungai dareh, biosolar aceh, tiga indonesian idol baru batu akik

Kenapa Bacan, Lumut Sungai Dareh dan Biosolar Aceh Diburu

BATU PERMATA  05 November 2014

Setelah Bio Solar Aceh dan Batu Lumut Sungai Dareh, sebelumnya Batu bacan sudah menjadi primadona di kalangan pecinta dan kolektor batu akik Nusantara, satu butir batu akik jenis bacan ini harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Apalagi jika bacan itu mengandung keunikan yang disebut-sebut punya nyawa, harga jualnya bisa fantastik hingga ratusan juta rupiah.

Hal ini mebuat para kolektor memburu batu ini, sedikit mengenal sejarahnya, batu bacan berasal dari Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Di daerah asalnya, kepopuleran bacan sudah berlangsung sejak lama, namun mendunianya setelah ada warga asing membawa labor terhadap kadar batu ini, ternyata batu ini memiliki keunikan sendiri setelah batu mulia.

Semenetara Batu Lumut Sungai Dareh di Sumbar dan Bio Solar dari Aceh juiga tidak kalah dengan keunikan Bacan, bahkan saat ini cenderung orang memburu batu yang berasal dari pulau Sumatera ini, apalagi setlah beberpa hari lalu, Bio Soilar ini menjadi pemenang pada pameran batu di Jakarta.

Kenapa batu ini menjadi buruan, itu disebabkan batunya langka dan warnanya diyakini bisa berubah. Dengan cahaya kristal yang terpancar dari dalam bacan ini, mampu memikat seluruh pecinta dan kolektor batu akik untuk mengkoleksinya, bahkan ada yang hidupnya diabdikan mengeluti bisnis bacan hingga meninggalkan keluarga.

Batu bacan yang paling dicari adalah bacan doko. Sebab, warnanya bisa berubah dan ada cahaya kristalnya, dibilang bernyawa karena bisa berubah warna dan paling mahal harga jualnya.

Selain jenis doko, bacan juga memiliki jenis lain yakni bacan obi berwarna coklat, putih, dan madu, bacan palamea berwarna biru dan merah, bacan weda berwarna coklat dan kuning, dan beberapa jenis bacan lainnya. Doko sendiri berwarna hijau.

Di antara batu akik, harga bacan terbilang paling mahal. Harga per butir bacan yang siap pakai jadi permata cincin yang sudah jadi bisa dihargai Rp 5 juta sampai Rp 15 juta.

Kalau dibeli perbongkahan seperti bacan doko bisa Rp 200 juta sampai Rp 300 juta per kilogram. Itu harga bacan yang benar-benar super yang diambil langsung dari kedalaman yang paling dalam di pusat pertambangan Pulau Bacan,

Pecinta batu akik ini tidak hanya kalangan orang tua dan remaja tapi juga anak-anak muda, yakni pelajar bahkan ada murid SD, mereka terinspirasi berita di sejumlah media massa.(basya)

Apakah batu solar aceh itu ?

Batu akik jenis solar super (indocrase) asal Gayo Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, bukan hanya diminati pencinta batu di dalam negeri, tetapi juga wisatawan Malaysia.

"Batu biosolar tersebut saat ini menjadi primadona dan banyak diburu kolektor di tanah air," kata seorang penjual batu asal Gayo Takengon, Iwan (35) di Pameran Terbesar Batu Mulia, Grand Palladium, Medan, Sabtu.

Pameran tersebut dilaksanakan Asosiasi Pencinta Batu Permata Sumatera Utara (APBPSU) berlangsung 22 sampai 25 Januari 2015, diikuti 73 stand dari berbagai provinsi dan 800 peserta kompetisi permata.

Iwan menyebutkan, batu giok solar dan lumut Aceh saat ini sudah dikenal di pasar Asia, dan bahkan dunia, serta tidak kalah dengan giok dari Tiongkok.

Setelah ditemukannya giok dan lumut Aceh ini, pencinta batu di Indonesia sudah banyak beralih ke permata ini, karena memiliki warna hijau kristal yang sangat tajam. 

"Batu giok Aceh ini sangat jauh berbeda kualitasnya bila dibandingkan dengan giok dari Tiongkok, sehingga tidak heran para penggemar batu permata itu mencarinya ke Takengon," ujar putra Gayo itu. 

Dia menjelaskan, batu giok solar dan lumut Aceh yang kristal ada yang berhargacukup bervariasi mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta per buah.

"Ini jelas tergantung pada jenis batu, kualitas, ketajaman warna, dan ukuran dari permata tersebut. Ada juga harganya yang tidak terlalu mahal dan biasa dijual di pasaran," katanya. 

Iwan menambahkan, batu giok solar dan lumut Aceh ini tidak kalah dari batu kristal yang sudah populer, yakni batu Bacan Doko dari Maluku dan batu Sungai Dareh dari Sumatera Barat. 

"Jadi, batu giok solar dan Lumut Aceh, saat ini masih tetap diminati di dalam dan luar negeri, dan termasuk salah satu yang terindah di dunia. Kualitas batu jenis permata ini harus tetap dipertahankan," katanya.

Sementara, pameran batu akik dan permata di Grand Palladium Medan antara lain menampilkan batu giok biosolar dan lumut Aceh, batu bacan doko dan palamea dari Maluku, batu pancawarna dari Jawa Tengah, batu lavender (cubung asih), spiritus biru langit, cubung wulung dan biduri laut dari Baturaja, Sumatera Selatan, permata sankis, cempaka madu kristal dari Bengkulu.

Mengenal lebih dalam kristal solar aceh

Batu giok aceh terdiri dari beberapa jenis, 

Berikut salah satu koleksi Gary S Pratama Solar Aceh idocrase yang sudah mejelma jadi Kristal solar Aceh Idocrase Super:

Mudah-mudahan aja Kristal solar Aceh Indocrase ini masih ada dan jangan hawatir karena Gary S Pratama punya banyak stok Kristal solar Aceh Indocrase yang dimilikinya.


Mengenal lebih lanjut giok aceh, batu yang mulai menyaingi bacan

Kira kira beginilah agan, penampakan batu2 giok aceh, selamat menikmati ya. Batu ini mulai menyaingi popularitas batu bacan dan batu sungai dareh.

Oke deh langsung aja ya liat foto fotonya dibawah ini:


Langsung aja deh udah ga tahan liat kilau kristalnya, berikut beberapa Batu solar Aceh Indocrasemilik follower @KolektorBatu:

Indocrase bio solar Aceh Milik Ariyandi Harahap‏@AieHarahapBio Solar Aceh Super koleksi trequartista ‏@aizcadabra

INDOCRASE Kristal kualitas Super milik ozan alvino faleyra ‏@OzanAlvino1404Ragam Batu giok Aceh koleksi Rilza Akbar ‏@ril_za

IndoCrase Solar Aceh.. “Batu Mulia Asal Aceh Koleksiayie tagak ‏@ayie_tagakk 

Idocrase aceh Koleksi Fadil GemStone‏@FadilGemStoneIndocrase lumut Aceh krista ring titanium milik Salman Abdillah ‏@abdillah

Kalau diatas adalah Kristal solar Aceh Indocrase permata giok Aceh yang sudah diikat menjadi hiasan cincin keren, berikut Bahan atau bongkahan solar Aceh Indocrase 

Rough Indocrase Totol Embun Super | asli aceh milik 
A. Apara Batubara MC ‏@Aparaa_FOL

Bahan Indocrase – giok milik doddi sumahardi‏@doddisumaBahan idocrase aceh super Fadil GemStone‏@FadilGemStoneharga batu giok INDOCRASE koleksi 
G®E3NWΔY ‏@lucky_lux666

Jumat, 30 Januari 2015

Batu biosolar aceh, idola baru incaran kolektor

Batu bio solar asal Aceh dan ciri-ciri batu bio solar– Perburuan batu akik masih terus berlanjut oleh para penggemar dan kolektor baik dalam maupun luar negeri. Salah satu batu permata lokal asal Indonesia yang sering menjadi incaran banyak kolektor adalah jenis batu bacan doko, batu Garut, bacan palamea, lavender dan masih banyak lagi lainnya termasuk jenis batu bio solar asal Aceh ini

Batu ini memiliki dayak tarik tersendiri bagi kalangan penggemar karena memiliki corak yang indah dan menawan. Dengan warnanya indah membuat batu ini menjadi icaran dan buruan terutama mereka yang menyukai indahnya batu permata.

Batu bio solar Aceh

Berbagai jenis batu akik yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia merupakan jenis batuan dari mikro kristal kuarsa dengan tingkat kehalusan dan kecerahan warna berbeda, termasuk jenis batu akik yang banyak ditemukan di daerah Aceh yang terdiri dari jenis batu idocrase, diantara batu yang terkenal asal aceh batu giok aceh, batu hijau lumut aceh dan lain-lain

Baca: Batu Cincin Lumut Aceh

Dalam sebuah pameran ‘Indonesia Gemstone’ di Jakarta pada 21 September lalu, salah satu jenis batuan mulia yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah jenis batu indocrase bio solar aceh.Bahkan ada sebuah batu bio solar yang terjual dengan harga Rp. 200 Juta.

Dalam pameran tersebut terdapat 160 stand dari seluruh Indonesia. Salah satu stand yang banyak mendapat perhatian dari pengunjung, stand dari Aceh yang memamerkan batu dengan jumlah 3,500 buah batu dari berbagai jenis dan terdiri dari 90 motif berbeda termasuk diantaranya batu indocrase bio solar telah berhasil menjadi batu primadona